Home Pengurus DPD DPD PPNI Ende Sosialisasi Perkembangan Organisasi

DPD PPNI Ende Sosialisasi Perkembangan Organisasi

0
166

Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Ende (DPD PPNI Ende) melakukan kegiatan penguatan organisasi pada Rabu (02/08/2023) pukul 17.00 – 18.00 WITA. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom tersebut diisi dengan pengenalan organisasi profesi PPNI dan sosialisasi hasil Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) PPNI pascapengesahan UU Kesehatan Omnibus Law.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua DPD PPNI Kabupaten Ende, Agustinus Nyoman Gudi, S.Kep.,Ns dan diikuti oleh 70 peserta. Pada kesempatan itu, Agustinus Nyoman Gudi menjelaskan dalam UU No.38 tahun 2014 tentang Keperawatan menyebutkan Organisasi Profesi PPNI merupakan wadah yang menghimpun perawat secara nasional dan berbadan hukum.

Menurutnya, dasar PPNI tertuang dalam AD/ART dan tujuan organisasi perawat adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, martabat dan etika profesi perawat, serta mempersatukan dan memberdayakan perawat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.

“Organisasi profesi (OP) memiliki peran yang besar di masa lalu, sekarang dan yang akan datang,” kata Agustinus Nyoman Gudi.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa beberapa kebijakan yang telah diperjuangkan dan dilahirkan  oleh OP yaitu  pengakuan S1 Ners bisa diangkat dengan golongan 3b, adanya standar kompetensi, standar asuhan keperawatan, penerapan 4S dan yang sedang diperjuangkan saat ini adalah standar upah yang dapat dipakai sebagai pedoman bagi pemerintah atau swata dalam memberikan upah kepada perawat.

Agustinus Nyoman Gudi juga menerangkan hasil MUNAS IX PPNI di mana PPNI memiliki badan kelengkapan yang terdiri dari ikatan dan atau himpunan, kolegium keperawatan dan badan-badan lain DPP PPNI. “Terdapat 25 ikatan/himpunan, 8 kolegium, serta 2 badan diklat dalam OP PPNI,” imbuhnya.

Arah Perjuangan PPNI Ende

Agustinus Nyoman Gudi menyampaikan visi- misi DPD PPNI Kabupaten Ende periode 2023-2028 adalah “Menjadi organisasi profesi yang solid dalam menciptakan perawat yang humanis dan mengayomi.” Berkaiatan dengan penerapan visi-misi tersebut, maka program kerja yang dibuat berfokus pada upaya meningkatkan dan mengembangkan kapasitas PPNI selaku OP dan peningkatan SDM bagi perawat.

“Adapun rencana jangka pendek yang akan dilakukan oleh DPD PPNI Ende adalah pada bulan Agutus 2023 akan diselenggarakan seminar dan workhop terkait perawat desa, seminar perkesmas, sosialisasi penerapan 4S, penguatan DPK, serta rencana pelaksanaan RPL Ners,” jelasnya lebih lanjut.

Agustinus Nyoman Gudi juga memberikan sosialisasi hasil Rapimnas PPNI pascapengesahan UU Kesehatan Omnibus Law. Menurutnya, PPNI selaku OP menghormati dan menghargai keputusan pemerintah demi kepentingan anggota dan masyarakat.

Adapun langkah-langkah PPNI kedepan yang pertama adalah dengan menempuh jalur hukum dengan melakukan Judicial Review terhadap UU Kesehatan yang sudah terdaftar dalam Mahkamah Konstitusi. PPNI juga melakukan advokasi dan lobi terhadap penerbitan peraturan pelaksanaan UU Kesehatan. Langkah kedua yang diambil oleh PPNI adalah dengan mendukung kader PPNI yang duduk di legeslatif dan eksekutif. Menjelang tahun politik 2024 PPNI akan mengembangkan langkah politik dengan cermat. Penguatan organisasi, meningkatkan advokasi, meningkatkan kesejahteraan anggota, mengembangkan badan usaha dan aset PPNI pada semua level, serta meningkatkan upaya pembinaan anggota.

Agutinus Nyoman Gudi juga menjelaskan alasan utama PPNI menolak UU Kesehatan kerena telah memangkas peran dari organisasi profesi dalam pembinaan dan pengembangan perawat. “Meski demikian, selama aturan turunan belum ada, kita tetap mengacu pada apa yang telah dilakukan sebelumnya dalam pelayanan organisasi seperti pengurusan NIRA, verifikasi SKP, perpanjangan STR dan lain-lain,” imbuhnya.

Pada sesi diskusi, peserta zoom Martinus P.M Pakalis, Amd.Kep mengemukakan pendapatnya. Menurutnya peran organisasi tidak hilang, namun hanya peran regulasinya saja. “Terkadang kita salah presepsi bahwa iuran itu hanya kegiatan regulasi, namun iuran tersebut menjadi modal untuk kegiatan organisasi. Organisasi masih sangat dibutuhakan untuk pengembangan perawat kedepan,” tegasnya.

Sebelum menutup kegiatan sosialisasi, Ketua DPD PPNI Ende mengucapkan terima kasih kepada peserta yang telah bergabung. Ia mengharapkan kepada semua peserta dan seluruh perawat untuk berperan aktif dalam menyebarkan informasi yang ter-update dan terjamin kebernarannya.

Penulis: Infokom DPD PPNI Ende