Home Berita Wilayah Kembali Nakhhodai IPANI NTT, Orpa Diana Suek Gelorakan Semangat Revolusi

Kembali Nakhhodai IPANI NTT, Orpa Diana Suek Gelorakan Semangat Revolusi

0
149

Ns. Orpa Diana Suek, M.Kep., Sp.Kep.An kembali menakhodai Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Perawat Anak Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPW IPANI NTT) periode 2023-2028.

Keputusan itu merupakan salah satu hasil Kongres Wilayah II IPANI NTT pada Sabtu (30/09/2023) di Graha PPNI NTT yang beralamat di Jl. Nekafmese, Sungkaen, Kelurahan Naimata, Kota Kupang.

Kongres ini diawali dengan seremonial pembukaan yang dihadiri perwakilan Pengurus Pusat (PP) IPANI: Muhammad Heri, S.Kep,Ns, M.Kep selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Infokom PP IPANI yang juga menjabat sebagai Ketua Karteker IPANI NTT selama mengalami kevakuman kepemimpinan hingga kongres tersebut dilaksanakan.

Selain itu, kegiatan itu juga didukung penuh dan dihadiri oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPW PPNI NTT) bersama beberapa pengurus, ketua atau utusan ikatan/himpunan perawat yang bernaung di bawah DPW PPNI NTT, peserta kongres luring dan daring yang berjumlah 51 orang, dan tamu-undangan lainnya.

Ketua DPW PPNI NTT, Aemilianus Mau, memberikan cendera mata kepada Muhammad Heri selaku representasi PP IPANI

IPANI NTT Periode 2015-2020

Ketua IPANI NTT periode 2015-2020, Orpa Diana Suek, di sela-sela kegiatan kongres menerangkan bahwa masa kepemimpinanannya secara resmi berakhir 2020 lalu. Menurutnya, sebelum akir masa jabatan pengurus harus melaksanakan kongres untuk memilih ketua dan pengurus baru.

Tapi karena 2020 merupakan puncak lonjakan kasus COVID-19, lanjut spesialis keperawatan anak yang sedang menjalani pendidikan doktoral di Fakultas Keperawatan Unair itu, maka pelaksanaan kongres itu tidak bisa terlaksana. Orpa Diana Suek juga mengakui, setelah pandemi COVID-19 berakhir pun belum bisa dilakukan, sehingga PP IPANI (Pusat) membekukan DPW IPANI NTT dan mengangkat Muhammad Heri sebagai ketua karteker.

“IPANI NTT sudah terbentuk sejak 2015. Kiranya kembali berkiprah sebagai salah satu badan kelengkapan DPW PPNI NTT yang aktif dan memberi banyak manfaat,” harap Muhammad Heri saat memberikan kata sambutan pada seremonial pembukaan.

Pelaksanaan kongres terdiri dari beberapa sidang pleno, salah satu agendanya adalah laporan pertanggungjawaban DPW IPANI NTT, dan pada kesempatan itu Orpa Diana Suek mengakui secara terbuka: Kinerja pengurus IPANI NTT periode 2015-2020 belum maksimal, tapi kiranya laporan tersebut bisa memberi gambaran bagi pengurus 2023-2028 kelak.

Pada kesempatan itu, Orpa Diana Suek memaparkan beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh pengurus yang terbagi dalam seksi organisasi dan kaderisasi; seksi pendidikan dan pelatihan; seksi pelayanan; dan seksi kesejahteraan. Secara umum setiap seksi telah menjalankan beberapa kegiatan sesuai tugas pokok dan fungsinya.

Orpa Diana Suek juga melaporkan penggunaan anggaran dan kondisi keuangan organisasi, barang inventaris, dan sejumlah legasi lain bagi pengurus selanjutnya. Laporan itu diterima secara positif oleh peserta kongres.

“Mudah-mudahan periode selanjutnya bisa lebih baik dan lebih maju,” kata Orpa Diana Suek sebelum mengakhiri laporannya.

Ketua IPANI NTT Periode 2015-2020, Orpa Diana Suek, menyampaikan laporan pertanggungjawaban organisasi di hadapan pimpinan sidang dan peserta kongres

IPANI NTT Perlu Revolusi

Ketika sidang pleno dengan agenda pemilihan Ketua IPANI NTT periode 2023-2028 dibuka pimpinan sidang (Yulia Martiningsih K. Letor, Angela Muryanti Gatum, dan Fransiska Pepo), peserta kongres secara aklamasi tetap menginginkan Orpa Diana Suek untuk melanjutkan perannya sebagai nakhoda IPANI NTT 5 tahun mendatang.

Berdasarkan hasil kongres tersebut, Ketua PP IPANI—Dr. Allenidekania, SKp, MSc—yang pada kesempatan itu diwakili Muhammad Heri, melantik secara resmi Orpa Diana Suek sebagai Ketua DPW IPANI NTT Periode 2023-2028. Selanjutnya, Orpa Diana Suek melantik pengurus IPANI NTT Periode 2023-2028 yang akan mendukungnya dalam pelaksanaan program kerja.

Saat memberikan kata sambutan setelah seremonial pelantikan, Orpa Diana Suek mengatakan akan melanjutkan program kerja yang telah dilakukan sebelumnya setelah memperhatikan hasil sidang komisi.

Dan untuk mewujudkan program kerja tersebut, Orpa Diana Suek meminta dukungan dari semua pengurus dan anggota IPANI NTT. Menurutnya, kerja sama beberapa orang mungkin bisa membuat perubahan, tapi kerja tim bisa membuat revolusi—perubahan yang cukup mendasar dalam tubuh IPANI NTT.

“IPANI NTT tidak bisa maju tanpa dukungan teman-teman dan anggota semuanya,” kata Orpa Diana Suek. “Mari kita bangun IPANI NTT lebih baik 5 tahun ke depan.”

Pada kesempatan itu, Orpa Diana Suek juga mengucapkan terima kasih sekaligus memohon dukungan selanjutnya dari PP IPANI, DPW PPNI NTT dan pengurus ikatan/himpunan perawat lain yang bernaung di DPW PPNI NTT.

Muhammad Heri, representasi PP IPANI, melantik Ketua IPANI NTT Periode 2023-2028: Orpa Diana Suek

Ketua DPW PPNI NTT, Dr. Aemilianus Mau, S.Kep,Ns, M.Kep, mengapresiasi IPANI NTT yang telah sukses menyelenggarakan kongres dan menyampaikan proficiat kepada ketua dan pengurus yang telah dilantik secara resmi. Pada kesempatan itu,  Aemilianus Mau memberi beberapa pesan untuk mendukung revolusi dalam pengelolaan IPANI NTT selanjutnya.

Pertama, Aemilianus Mau kembali mengingatkan tentang perubahan regulasi pascapengesahan UU No.17 tahun 2023 tentang Kesehatan. Menurutnya, PPNI dan seluruh badan kelengkapannya—termasuk IPANI—tetap eksis dan selanjutnya difokuskan untuk mengurus kepentingan anggota. Karena itu, ia berharap pengurus dan anggota IPANI NTT tetap solid dan menghasilkan program kerja yang dapat meningkatkan kompetensi perawat dalam bidang kesehatan anak.

Kedua, Aemilianus Mau berharap pengurus dan anggota IPANI NTT mampu membangun kepercayaan diri yang baik, sehingga mampu bersaing dengan organisasi dari profesi kesehatan lain.

Ketiga, Aemilianus Mau berpesan kepada pengurus IPANI NTT yang baru untuk membangun komunikasi yang baik dengan pimpinan perguruan tinggi keperawatan di NTT, sehingga bisa melibatkan dosen dan mahasiswa/i keperawatan sejak dini dalam kegiatan keprofesian—khususnya dalam bidang keperawatan anak.

Keempat, Aemilianus Mau mengingatkan tentang pentingnya penataan kembali kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat). Menurutnya, saat ini DPP PPNI memiliki badan pelatihan pusat yang sudah terakreditasi (nilai A) oleh Kemenkes RI. Karena itu, Aemilianus Mau menekankan bahwa kegiatan diklat IPANI selanjutnya harus memenuhi standar yang ditetapkan badan diklat DPP PPNI. IPANI NTT diharapkan bisa mengadakan pelatihan yang dibutuhkan anggota.

Kelima, Ketua DPW PPNI NTT dua periode itu mengingatkan kepada pengurus IPANI NTT tentang pentingkan kerja kolektif-kolegial dan kerja sesuai bidang keahlian masing-masing. Aemilianus Mau meyakini model kerja seperti itu dapat meningkatkan kinerja organisasi, sehingga bisa mewujudkan berbagai target kerja seperti menyelenggarakan pelatihan keperawatan anak yang terjadwal, melaksanakan pertemuan regional, dan kegiatan lain yang memungkinkan ikatan/himpunan perawat menjadi badan kelengkapan PPNI yang mandiri.

Keenam, Aemilianus Mau berharap pengurus IPANI NTT yang baru bisa lebih gencar melakukan pendataan anggota di seluruh fasilitas kesehatan maupun institusi pendidikan. Menurutnya, konsolidasi dengan semua anggota perawat anak dapat memajukan IPANI NTT pada masa mendatang.

Ketua IPANI NTT, Orpa Diana Suek, melantik badan pengurus IPANI NTT Periode 2023-2028

Muhammad Heri selaku representasi PP IPANI (Pusat) setuju dengan gagasan Orpa Diana Suek, bahwa tata kelola IPANI NTT 2023-2028 perlu ada revolusi secara keseluruhan. Termasuk sikap malu-malu, katanya perlu direvolusi juga.

“Yang penting jangan malu-maluin,” kata Muhammad Heri. “Pengurus harus berdiri bersama anggota dalam menjalankan program ke depan.”

Pada kesempatan itu, Muhammad Heri mengingatkan kepada pengurus IPANI NTT yang baru untuk tidak menghitung untung-rugi dalam bekerja di organisasi profesi. Ia juga teringat dengan pesan Ketua DPW PPNI yang sempat mengutip ungkapan lawas John F. Kennedy dengan sedikit modifikasi: Jangan tanyakan apa yang organisasi berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada organisasi.

Menurut Muhammad Heri, ada beberap langkah yang perlu dilakukan pengurus IPANI NTT yang baru untuk mewujudkan revolusi tata kelola organisai yang lebih baik. Berikut ini beberapa poin yang ditekankan perawat anak yang sehari-hari bekerja sebagai dosen di Stikes Buleleng, Provinsi Bali tersebut.

Pertama, pengurus IPANI NTT harus segera melakukan identifikasi anggota—perawat yang bekerja di area perawatan anak. Menurutnya, penelusuran bisa dilakukan mulai dari tingkat DPW, DPD, hingga DPK PPNI yang ada di NTT.

Kedua, pengurus IPANI NTT harus segera menyelenggarakan pelatihan dasar keperawatan anak (sertifikasi keahlian). Menurutnya, proses pelatihan ini bisa dilakukan secara bertahap; pengurus yang sudah memperoleh sertifikasi ToT bisa memberi pelatihan kepada anggota yang lain. Kelak ketika pelatihan dasar sudah terlaksana, lanjut Muhammad Heri, maka selanjutnya bisa dilakukan pelatihan lanjutan.

Ketiga, pengurus IPANI NTT harus selalu memantau perkembangan organisasi dari pusat. Selain itu, pengurus wilayah juga perlu melaporkan atau menginformasikan perkembangan organisasi kepada pengurus pusat.

Keempat, pengurus IPANI NTT perlu membangun jejaring dengan instansi maupun organisasi lain.

Kelima, pengurus IPANI NTT perlu melengkapi berbagai instrumen organisasi seperti membuat rekening atas nama organisasi dan kelengkapan lainnya.

“Kita akan bantu monitor 3 bulan ke depan, agar rencana revolusi ini berjalan dengan baik,” kata Muhammad Heri. “Kalau sudah berjalan dengan baik, maka pengurus pusat tinggal memberi dukungan seperlunya.”

Representasi PP IPANI, Ketua IPANI NTT dan Ketua PPNI NTT saat memberikan kata sambutan setelah pelantikan

Susunan Pengurus IPANI NTT 2023-2028

Ketua : Orpa Diana Suek
Wakil Ketua : Florentianus Tat
Sekretaris : Yulia Martiningsih K. Letor
Wakil Sekretaris : Marlina Pattypeilohi
Bendahara : Fransiska Pepo
Wakil Bendahara : Priska K Lette
Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan; Penelitian; Kerja Sama dalam Negeri dan Kerja Sama Luar Negeri : Theresia Emmi Hormat
Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi; Sistem Informasi dan Komunikasi; Pelayanan : Angela Muryanti Gatum
Divisi Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian

·         Ketua

·         Anggota

 

 

:

:

 

 

Maria Yuventa Wanda

Nensi Susanti Ledoh

Asti YM Lona

Maghfira Sukri

Armi Otemusu

Divisi Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri

·         Ketua

·         Anggota

 

 

:

:

 

 

Marselina Intan

Ermilinda Amaral

Marlendang Fanggidae

Wivy Rambu Roku

Divisi Organisasi dan Kaderisasi

·         Ketua

·         Anggota

 

:

:

 

Agustina Ayu

Sabinus Kedang

Karolina Layk

Rosina Welu

Divisi Sistem Informasi dan Komunikasi

·         Ketua

·         Anggota

 

:

:

 

Festi Ndun

Lili Lama

Cindy Kahu

Stania Angela

Yosefina F. Novita Lagut

Divisi Pelayanan

·         Ketua

·         Anggota

 

:

:

 

Hendriminta M.H Suki

Wilan K. Syugiarti

Yanti Bendelina Selly

Maria Eufrasia Nganggur

 

Penulis: Saverinus Suhardin (Infokom DPW PPNI NTT)