Home Berita Wilayah DPW PPNI NTT Maknai Perayaan HUT Melalui Ibadah Syukur

DPW PPNI NTT Maknai Perayaan HUT Melalui Ibadah Syukur

0
82

Hari Ulang Tahun Persatuan Perawat Nasional Indonesia (HUT PPNI) ke-49 yang puncaknya dirayakan pada 17 Maret 2023 ini dirayakan dengan berbagai acara di berbagai tempat di Indonesia.

Panitia HUT PPNI ke-49 tingkat Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPNI Provinsi NTT  memaknai perayaan syukur tersebut melalui ibadah oikumene pada Jumat (17/03/2013) di Graha PPNI NTT dan diikiti juga oleh sejumlah tamu undangan dari berbagai daerah secara daring melalui Zoom.

Acara itu dihadiri oleh pengurus DPW PPNI NTT periode 2022-2023, tamu undangan yang berasal dari instansi Pemerintah Provinsi NTT, organisai profesi lain, pimpinan institusi pelayanan dan pendidikan kesehatan, DPD PPNI Kota Kupang beserta perwakilan DPK PPNI se-Kota Kupang, para sponsor, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.

Ibadah oikumene itu dipimpin oleh Pdt. Jeane M. Olivier-Nalle, M.Th sebagai rohaniawan Protestan dan Pater Yulius Yasinto, SVD sebagai rohaniawan Katolik. Saat sesi pemberitaan Firman Tuhan, masing-masing memberikan renungan yang dikaitkan tema HUT PPNI ke-49 “Gapai Sejahtera dengan Profesionalisme”.

Pdt. Jeane menekankan pada makna pelayanan dalam profesi perawat. Ia mengajak perawat untuk merenungi apa yang telah dilakukan selama menjalani profesi selama ini, apakah sekadar bekerja atau melayani dengan sungguh-sungguh?

Pada kesempatan itu, Pdt. Jeane menjelaskan makna kata ‘melayani’ yang tertuang dalam Alkitab. Menurutnya, ada 4 istilah dalam kitab suci orang Kristen yang membahas kata yang bermakna pelayanan. Keempatnya diulas sesuai dengan kebutuhan perawat yang mencakup diakonia, liturgia, kerygma dan koinonia.

Pdt. Jeane mengingatkan bahwa makna pelayanan yang telah dijelaskan itu identik dengan pekerja sehari-hari. Karena itu, ia berharap setiap orang—khususnya perawat—harus benar-benar siap sebelum dan saat memberikan pelayanan.

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia,” tekan Pdt. Jeane yang mengutip Kolose 3:23.

Suasana ibadah oikumene memeringati HUT PPNI ke-49 tingkat DPW PPNI NTT

Pater Yulius Yasinto, SVD mengawali renungannya dengan memberi apresiasi kepada panitia yang mengadakan ibadah syukur sebagai salah satu dari rangkaian kegiatan HUT PPNI ke-49. Menurutnya, ini kesempatan yang baik bagi perawat untuk berefleksi mengenai tugas dan pelayanannya bagi sesama.

“Saya dulu pernah berpikir, seandainya saya memilih untuk menikah, maka saya akan mencari calon istri yang perawat,” kata Pater Yulius yang disambut gelak tawa hadirin.

Pater Yulius kemudian menjelaskan bahwa, dulu yang namanya perawat selalu menjadi idola para orang tua ketika mencari jodoh untuk anaknya. Setidaknya itulah pengalaman yang dingat Pater Yulius semasa kecil hingga remaja.

Menurut Pater Yulius, perawat itu profesi yang sangat mulia. Secara umum ia menjelaskan bahwa, tugas perawat adalah meningkatkan kualitas hidup manusia. “Tapi, apakah tugas itu sudah dilakukan masing-masing dengan baik?” tanyanya lebih lanjut.

Pater Yulius mengakui, sebagai penerima manfaat layanan perawat, ia menilai masih banyak orang yang memandang rendah profesi perawat sebagai komoditi yang bisa dibeli; karena merasa sudah dibayar maka berhak menuntut ini-itu. Dampaknya, lanjut Pater Yulius, perawat akhirnya bekerja untuk tujuan mencari nafkah; sudah ada pergeseran dari pelayanan menjadi komoditas ekonomi.

Pendek kata, Pater Yulius menyimpulkan bahwa spiritualitas pelayanan dalam profesi perawat sedikit berkurang. Karena itu, ia kembali mengingatkan bahwa tugas pelayanan atau perawatan orang sakit dalam iman Kristen sejak dulu merupakan tugas Yesus. Sebagai pengikut Kristus, Pater Yulius berharap perawat bisa meneladani Sang Juru Rawat Sejati itu.

“Ada tiga organ penting yang dipakai dalam bekerja: otak, hati, dan tangan. Jangan sampai hanya pakai otak sebagai sumber pengetahuan, tangan sekadar bisa suntik (keterampilan), tapi juga harus menggunakan hati,” pesan Pater Yulius.

Bangun Terus Profesionalisme Perawat

Setelah ibadah oikumene, acara dilanjutkan dengan seremonial HUT PPNI ke-49 sesuai protokoler organisasi. Setelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PPNI, ketua panitia menyampaikan laporan kegiatan.

Pada kesempatan itu, Bonevasius Bhute, S.Kep.,Ns, M.Kes mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan HUT PPNI ke-49 tingkat DPW PPNI NTT, khususnya kepada Pastor Paroki St. Petrus Rasul TDM, RS Boromeus, RSUD S.K Lerik, PT. Modern Jaya Farma, One Care, mencobasukses.id, UCB, STIKes Maranatha Kupang, Poltekkes Kemenkes Kupang (Polkesku), IDI, Persagi, PAFI, dan pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

Ketua DPW PPNI NTT yang pada kesempatan itu diwakili oleh sekretaris, Kori Limbong, S.Kep.,Ns,M.Kep membacakan sambutan tertulis Ketua Umum DPP PPNI. Sambutan itu menggambarkan bagaimana perjuangan PPNI bertahan dan solid hingga usia 49 tahun saat ini. Sepanjang usia tersebut, PPNI terus berkarya dan berkembang bersama bangsa Indonesia, khususnya untuk mempertahankan kesehatan.

Berkaiatan dengan tema HUT PPNI ke-49, Ketua Umum DPP PPNI mengakui bahwa masih banyak perawat—khususnya yang bekerja di sektor swasta—belum mendapatkan kesejahteraan; masih banyak perawat yang dibayar di bawah upah minimun, bahkan tidak dibayar sama sekali.

Namun di balik kerumitan tersebut, lanjut Ketua Umum DPP PPNI yang sambutannya dibacakan Kori Limbong, perawat juga tetap dituntut untuk bekerja secara profesional. Meski banyak perdebatan, Ketua Umum DPP PPNI berharap setiap perawat terus membangun profesionalitas masing-masing.

“Cintai profesi perawat ini di balik kelebihan dan kekurangannya,” pesan Ketua Umum DPP PPNI.

Selain itu, Kori Limbong juga menyampaikan pesan Ketua DPW PPNI NTT—Aemilianus Mau, S.Kep.,Ns, M.kep—yang pada kesempatan itu mengikuti perayaan HUT PPNI secara nasional di Jakarta. Ketua DPW PPNI NTT berharap kepada setiap pengurus untuk terus bekerja sama dalam mendukung PPNI, khusunya saat memberikan pelayanan pada anggota maupun masyarakat secara umum.

Aemilianus Mau juga berharap pada rekan organisasi profesi kesehatan lain untuk terus memperat persaudaraan dan kerja sama lintas profesi seperti yang sudah dijalankan dengan selama ini. Ketua DPW PPNI NTT juga berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung dengan caranya masing-masing.

Setelah pembacaan kata sambutan, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Selain itu, DPW PPNI NTT juga memberi penghargaan kepada pengurus PPNI yang sudah mengabdikan diri bagi kemajuan organisasi, baik di tingkat DPW maupun DPD PPNI Kota/Kabupaten se-Provinsi NTT.

Penulis: Saverinus Suhardin (Infokom DPW PPNI NTT)