Home Berita Wilayah Musyawarah Daerah IV PPNI Kabupaten TTU: Berjuang Meningkatkan Kompetensi dan Kesejahteraan Perawat

Musyawarah Daerah IV PPNI Kabupaten TTU: Berjuang Meningkatkan Kompetensi dan Kesejahteraan Perawat

0
351

Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) telah sukses menjalankan Musyawarah Daerah (Musda) IV pada hari Sabtu (14/05/2022) lalu di Aula Hotel Victory II, Kefamenanu.

Ketua panitia, Ibu Christina Grasia Kellen,S.Kep.Ns menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan musda tersebut kepada tim Infokom DPW PPNI Provinsi NTT pada hari Rabu (18/05/2022) lalu via pesan Whatsapp.

“Kami panitia merasa bangga karena pelaksanaan musda kali ini penuh kejutan,” tulis ketua panitia yang biasa disapa Ibu Grace itu dalam pesan WA. “Kami mendapat dukungan dan apresiasi dari orang nomor satu di TTU, Bapak Drs. Juandi David, Ketua DPW PPNI NTT bersama rombongan dan pihak lainnya.”

Menurut keterangan Ibu Grace, tim peninjau dari DPW PPNI NTT terdiri dari Ketua: Bapak Aemilianus Mau, S.Kep.,Ns, M.Kep; Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi (OKK): Bapak Sabinus B. Kedang, S.Kep.,Ns, M.Kep; Ketua Divisi Bidang OKK: Bapak Marwan Tonni Kase S.Kep.Ns.MM.M.Kes; dan Wakil Ketua Bidang Pembedayaan Politik: Bapak Simon Sani Kleden, S.Kep,Ns, M.Kep.

Selain itu, undangan lain yang mengahadiri kegiatan musda tersebut di antaranya PLT Kepada Dinas Kesehatan Kab. TTU: Bapak Robertus Tjeunfin,S.Kep.,Ns.,MPH., Ketua IBI Kab. TTU: Ibu Dina Adolfina Mooy, A.Md.Keb; Sekretaris HAKLI: Ibu Rojo Carolina F. Isliko, SKM; dan tamu undangan lainnya.

Lebih lanjut Ibu Grace menjelaskan bahwa, kegiatan Musda IV PPNI Kab. TTU yang mengusung tema “Internalisasi Peran Organisasi PPNI dalam Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan Perawat TTU sebagai Garda Terdepan” itu terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu seminar keperawatan dan musyawarah untuk menetapkan ketua dan pengurus yang baru.

“Dua kegiatan utama itu berlangsung secara daring dan luring,” tambah Ibu Grace. “Peserta yang hadir secara luring pada umumnya merupakan pengurus atau utusan dari masing-masing DPK (Dewan Pengurus Komisariat) PPNI yang ada di wilayah Kab. TUU.”

Ketika ditanya mengenai gambaran jalannya acara, Ibu Grace merekomendasikan tim Infokom DPW PPNI NTT untuk menyaksikan siaran ulang kegiatan musda tersebut melalui akun YouTube milik DPD PPNI Kab. TTU.

Bupati TTU Memuji Kemeriahan Acara Pembukaan

Berdasarkan pantauan tim Infokom DPW PPNI NTT melalui akun YouTube DPDPPNI Kab. TTU, acara pembukaan berlangsung meriah. Rombongan Bupati Kab. TTU, Ketua DPW PPNI Provinsi NTT dan tim peninjau, Kadis Kesehatan dan undangan lainnya dijemput dengan upacara adat dan disambut dengan tarian hingga tiba ke tempat duduk.

“Saya berterima kasih karena penjemputan bagus, pengalungan selendang cukup meriah, dan tari-tariannya bagus,” sanjung Bupati Kab. TTU, Bapak Drs. Juandi David, saat memberikan kata sambutan sekaligus membuka kegiatan musda secara resmi.

Pada kesempatan itu, Pak Juandi juga berharap Musda IV PPNI Kab. TTU tersebut bisa menghasilkan kesepatan yang baik dalam memilih ketua dan pengurus untuk periode 2022-2027.

Bupati Juandi juga mengapresiasi keberadaan PPNI di TTU dan mengakui profesi perawat memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, sebagai kepala daerah, dirinya mengaku telah mengutus beberapa perawat untuk melanjutkan kuliah lagi. “Sementara ini saya ada kasi tugas belajar lagi untuk perawat; untuk meningkatkan SDM,” tambahnya.

Bupati TTU juga berpesan agar perawat selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Katanya, kalau pun ada masalah dalam keluarga, usahakan ketika sampai di tempat pelayanan kesehatan, semua perawat melupakan masalah rumah tangga dan fokus pada kebutuhan pasien.

“Kalau melayani orang sakit, berikanlah senyuman, 25% orang sudah sembuh itu.  Tinggal 75% itu diagnosa yang tepat, obat yang bagus, pasti dia akan sembuh,” katanya lebih lanjut.

Khusus untuk pelaksanaan musda, Bupati Juandi menekankan tiga poin utama, yaitu musyawarah dengan mengedepankan rasa saling menghormati dan saling menghargai; berorganisasi itu baik tapi jangan sampai kesampingkan profesionalisme; dan siapa pun yang terpilih, itulah figur yang terbaik.

“Ikutilah musda ini sebaik-sebaiknya, agar melahirkan kader yang terbaik,” tandas Bupati TTU tersebut.

Ketua DPW PPNI NTT Mengenalkan Perawat dan PPNI

Sebelum Bupati Kab. TTU memberikan kata sambutan, Ketua DPD PPNI Kab. TTU periode 2016-2021 lebih dulu memberikan gambaran mengenai kegiatan musda tersebut. Bapak Bernadus B. Sfunit, AMK menjelaskan bahwa pelaksanaan musda tersebut merupakan kedaualatan tertinggi organisasi di tingkat Kabupaten TTU.

“Kegiatan ini dilaksanakan setiap 5 tahun, untuk menilai pertanggungjawaban DPW PPNI Kab. TTU hasil musda tahun 2015, menetapkan proker DPD sebagai penjabarkan proker hasil musda, memilih dan melantik ketua DPD terpilih, memilih anggota formatur yang bertugas menyusun personel DPD dan pengurus komisariat PPNI Kab. TTU 2022-2027,” jelas Pak Bernad yang terdemisioner pada musda tersebut.

Ketua DWP PPNI Provinsi NTT yang mendapat kesempatan memberikan kata sambutan setelahnya lebih banyak menjelaskan kepada pemerintah dan masyarakat mengenai apa itu perawat, organisasi profesi perawat PPNI, dan peraturan organisasi terkait musda.

“Perawat adalah orang yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi keperawatan pada jenjang tertentu, mulai dari D3 sampai Doktoral,” jelas Bapak Aemilianus Mau, S.Kep.,Ns.

Menurut Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang yang akrab disapa Pak Willy tersebut, saat ini pendidikan perawat sebaiknya harus linear, terutama bagi yang bekerja di pelayanan. “Kalau kita pindah-pindah, takutnya malah melakukan malpraktik karena kurang menguasai area tersebut,” tambahnya.

Selanjutnya, Pak Willy menerangkan tentang organisasi profesi perawat PPNI. “Ini organisasi profesi, bukan organisasi politik,” tegas Pak Willy kemudian.

Menurutnya, keberadaan PPNI sudah diatur secara jelas dalam UU Kesehatan maupun UU Keperawatan. Keberadaan organisasi profesi seperti PPNI dianggap penting untuk mengendalikan pratik profesi yang berkualitas bagi masyarakat.

Pak Willy menambahkan, PPNI juga berperan untuk meningkatakan kapasitas anggota, sehingga bisa diberdayakan oleh pemerintah daerah dalam mengisi pembangunan kesehatan di daerah, melalui pendidikan formal, pendidikan non-formal (seminar dan pelatihan-pelatihan) sesuai bidangnya masing-masing.

Berkaitan dengan pelaksaan Musda IV PPNI Kab. TTU, Pak Willy mengatakan itu sudah sesuai dengan peraturan organisasi. “Tiap 5 tahun harus ganti pengurus, mulai dari ketua dan seterusnya. Lewat musda ini, pilihlan ketua yang tepat. Pilihlah pengurus yang tepat. Supaya memperhatikan nasib perawat di daerah,” pesan Pak Willy.

Pada kesempatan itu, Pak Willy juga mohon perhatian pemerintah terkait status perawat honorer maupun yang belum jelas seperti tenaga sukarela. Padahal menurutnya, sesuai dengan tema Hari Perawat Sedunia, perawat itu adalah investasi penting bagi sistem kesehatan dunia.

Pak Willy memberi contoh pada pandemi COVID-19 selama ini, peran perawat sangat penting di garda terdepan. Oleh karena itu, dirinya berharap semua pihak bisa memperhatikan hak-hak perawat agar terlindungi dan bisa melakukan peningkatan kompetensi, dan mendapatkan hak kesejahteraan.

“Kasian juga perawat yang menjadi tenaga sukarela. Mereka suka bekerja, tapi rela tidak dibayar,” tutupnya.

Jemi Manek Berjanji Memajukan PPNI TTU

Setelah melalui proses musyawarah yang cukup panjang, forum pada akhirnya menetapkan Jemi Alexander Manek, S. Kep sebagai Ketua DPD PPNI Kab. TTU periode 2022-2027. Keterangan itu disampaikan Ibu Grace selaku ketua panitia.

Menurut Ibu Grace, ketika pengajuan bakal calon ketua ada empat nama yang diusulkan, yaitu: Bernardus Sfunit, A.MK, Grace Kelen, S Kep, Ns, Primus Y. Nokas, A.Md. Kep dan Jemi Alexander Manek, S. Kep.

Namun dalam proses selanjutnya hanya menyisakan dua calon ketua yang bertarung dalam pemilihan langsung, yaitu Primus Y. Nokas, dan Jemi Alexander Manek. Hasil pemilihan menunjukkan Jemi Alexander Manek mendapat suara terbanyak yaitu 25; sedangkan rivalnya hanya memperoleh 10 suara.

Sebelumnya, ketika menyampaikan visi-misi, Pak Jemi berjanji akan membawa PPNI Kab. TTU menjadi organisasi profesi yang mampu menyiapkan anggotanya bersaing di tingkat lokal, nasional, hingga global.

Selain itu, Pak Jemi juga berjanji agar DPD PPNI Kab. TTU segera membangun gedung sekretariat. “Kita bersyukur periode sebelumnya telah memberi tanah. Maka selanjutnya kita yang betugas mendirikan gedungnya,” kata Pak Jemi yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin.

Saverinus Suhardin (Infokom DPW PPNI NTT)