Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Sumba Tengah (DPD PPNI Sumba Tengah) menggelar syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 PPNI di Gedung Puskesmas Lawonda, Selasa (17/3/2026), dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Kegiatan diawali dengan penjemputan para pejabat yang hadir, disambut penampilan tarian dari Sanggar Tari Lawonda yang menambah nuansa budaya lokal dalam perayaan tersebut.
Ketua Panitia, Darson Umbu Korung, dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian HUT tahun ini tidak hanya berfokus pada seremoni, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah terpencil. Setelah sebelumnya melayani warga di Desa Ole Ate, Kecamatan Mamboro, kegiatan dilanjutkan di Desa Weluk Praimemang dengan menghadirkan berbagai layanan kesehatan bagi masyarakat.
Ia juga memaparkan kondisi terkini jumlah perawat di Kabupaten Sumba Tengah yang mencapai 406 orang, terdiri dari berbagai status kepegawaian, mulai dari ASN, PPPK, hingga tenaga kontrak dan sukarela yang tersebar di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars dan Hymne PPNI, serta ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt. Purnamasari Sabarua, sebagai ungkapan terima kasih atas perjalanan panjang pengabdian profesi perawat.

Sorotan Isu Kesejahteraan dan Semangat Profesi
Ketua DPD PPNI Sumba Tengah, Adriana Rambu Juni Rana, S.Kep., Ns., dalam sambutannya menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi perawat, khususnya terkait kesejahteraan tenaga PPPK yang terancam dirumahkan, kondisi perawat di desa terpencil, serta tenaga sukarela yang masih terus mengabdi.
Ia mengajak seluruh perawat untuk tetap menjaga semangat dan tidak kehilangan arah dalam menjalankan profesinya.
“Pelayanan harus tetap diberikan tanpa membeda-bedakan. Kita melayani dengan hati, karena itu adalah tujuan utama kita sebagai perawat,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumba Tengah, M. Umbu Djoka, menegaskan bahwa perawat memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pelayanan kesehatan.
Menurutnya, perawat bukan hanya tenaga medis, tetapi juga menjadi “perpanjangan tangan Tuhan” dalam membantu dan menyelamatkan kehidupan banyak orang.
Ia mengakui bahwa berbagai keterbatasan, termasuk anggaran, masih menjadi tantangan, namun hal tersebut tidak boleh memadamkan semangat pengabdian.
Pemerintah daerah, lanjutnya, tetap berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan perawat, termasuk terkait insentif, status PPPK, serta peluang pendidikan profesi ners.

Ketua DPRD Sumba Tengah, Arpud U. R. Mangalema, dalam kesempatan yang sama juga menekankan pentingnya peran perawat sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat.
Ia mengajak seluruh perawat untuk terus mengedepankan sikap ramah, humanis, dan profesional dalam memberikan pelayanan.
“Pelayanan yang baik, dengan komunikasi yang hangat, bisa membantu mempercepat proses kesembuhan pasien,” ujarnya.
Hiburan, Apresiasi, dan Kebersamaan
Suasana perayaan semakin hidup dengan berbagai penampilan, mulai dari vocal group hingga dance bertema kesehatan yang dibawakan oleh peserta kegiatan.
Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan kepada perawat senior DPK Lawonda, Andreas Umbu Laga, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi panjangnya dalam dunia keperawatan.
Kegiatan kemudian berlanjut dalam suasana ramah tamah yang penuh keakraban, dipandu oleh DPK Lawonda sebagai tuan rumah HUT PPNI tahun ini.
Menjelang penutupan, seluruh peserta bersama-sama menyerukan yel-yel PPNI sebagai bentuk penguatan semangat kolektif:
Pemimpin: PPNI!
Peserta: Profesionalisme, Peduli, Berdaya Saing, Bersatu untuk Indonesia!
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang refleksi bagi seluruh perawat di Sumba Tengah untuk kembali meneguhkan komitmen dalam melayani masyarakat.
Di tengah berbagai keterbatasan, perawat tetap hadir—di puskesmas, di desa-desa terpencil, dan di tengah masyarakat—membawa harapan, merawat kehidupan, dan menjaga kemanusiaan.
Penulis: Anggraini Inace Natara (Tim Infokom DPD PPNI Kabupaten Sumba Tengah)



