
Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat rentan, khususnya para Narapidana, Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kupang (Polkesku) Kelas RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) Ngada mengadakan kegiatan Bakti Sosial Skrining TB Paru untuk para Nara pidana pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, bertempat di Rutan Bajawa.
Sebanyak 16 Orang Mahasiswa RPL Ngada yang terbagi dalam 1 kelompok melaksanakan kegiatan Baksos Skrining TB Paru, Adapun kegiatan lain di antaranya sosialisasi Bahaya TB, diskusi bersama, Senam etika batuk serta foto Bersama dengan para Peserta Baksos.
Turut hadir dalam kegiatan Bakti Sosial Skrining TB tersebut diantaranya Kepala Rutan Bajawa, para pegawai Rutan dan para Narapidana. Sebanyak 60 orang Narapidana yang mengikuti kegiatan tersebut mendapatkan pemeriksaan Skrining TB serta ada juga yang di ambil cairan dahak untuk selanjutnya di periksa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tuberkulosis (TB), yang masih merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, khusunya di Kabupaten Ngada. Ini menunjukkan betapa pentingnya melakukan intervensi yang tepat sasaran untuk menghentikan penyebaran tuberkulosis.

Saat dikonfirmasi Kepala Rutan Bajawa menyatakan sangat menyambut positif kegiatan ini. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan Baksos ini sangat membantu sehingga beliau mengijinkan sebanyak 60 orang narapidana mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis ini dengan didampingi oleh petugas dan pengelola Rutan.
Dalam kesempatan itu salah seorang peserta kegiatan mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat apalagi penyebaran kuman tanpa disadari tertular lewat cairan yang keluar dari mulut seperti saat berbicara, batuk ataupun bersin. Untuk itu peserta berharap agar kegiatan ini dilakukan secara rutin sehingga tidak terjadi penyebaran di dalam area Rutan
Maria M. T. Naru salah satu mahasiswa RPL Ngada mengatakan kegiatan ini selain bagian dari tugas kelompok, kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian tenaga Kesehatan khususnya perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan preventif kepada kelompok rentan yang selama ini kurang mendapat akses pemeriksaan rutin, khususnya dalam bidang kesehatan pernapasan/paru-paru.
“Para Narapidana adalah bagian dari masyarakat yang juga berhak mendapatkan layanan kesehatan yang setara. Dengan skrining TB Paru ini, kami berharap bisa mendeteksi gangguan pernapasan sejak dini dan memberikan tindak lanjut pengobatan bila diperlukan,” ujar Maria M.T. Naru.
Selanjutnya Petrosia Nene salah satu mahasiswa RPL Ngada mengungkapkan sebanyak 60 orang Narapidana yang mengikuti pemeriksaan ini dengan didampingi oleh petugas dan pengelola Rutan semuanya dilakuakan pemeriksaan. Adapun pemeriksaan meliputi:
• Anamnese bagi para peserta
• Pemeriksaan fisik (Tanda-tanda vital, dada/paru-paru)
• Pengambilan dahak
“Jika ada indikasi yang mengarah ke TB Paru, maka peserta tersebut akan dijadwalkan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di poli RSUD Bajawa,” ungkapnya.
Penulis: Hardianus Begu Goze (Infokom DPD PPNI Ngada)