Home INFORMASI Catatan Sosialisasi BIAS di SDN Tunfeu: Membangun Kepercayaan, Menghapus Keraguan

Catatan Sosialisasi BIAS di SDN Tunfeu: Membangun Kepercayaan, Menghapus Keraguan

0
4
Ns. Uci bersama Tim PKM Oemasi sedang menjelaskan tentang Program BIAS

Oleh: Lusia Dalong, S.Kep.Ns

(Perawat Puskesmas Oemasi dan Pengurus PPNI Kabupaten Kupang)

Hari ini, kami dari Puskesmas Oemasi mengadakan sosialisasi imunisasi BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) di SDN Tunfeu I, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menjawab kekhawatiran sejumlah orang tua murid yang menolak imunisasi lanjutan bagi anak-anak mereka di sekolah.

Selama ini, siswa sekolah dasar telah menerima berbagai imunisasi secara bertahap sesuai jadwal nasional. Namun, sebagian orang tua merasa cemas karena kurang memahami jenis vaksin dan manfaatnya, ditambah maraknya miskonsepsi tentang vaksin baru. Mereka khawatir akan efek samping dan dampak jangka panjang dari imunisasi di sekolah.

Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah bersama orang tua mengusulkan agar Puskesmas memberikan penjelasan terbuka tentang program imunisasi. Kami menyambut baik usulan ini sebagai wujud partisipasi masyarakat dan kepedulian terhadap kesehatan anak. Kami percaya bahwa edukasi adalah kunci untuk membangun kepercayaan publik terhadap program kesehatan.

Suasana kegiatan sosialisasi BIAS di SDN Tunfeu I, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, NTT.

Dalam sosialisasi ini, kami memaparkan materi secara jelas, mencakup pengertian imunisasi, jenis imunisasi dasar dan lanjutan, serta imunisasi dalam program BIAS. Kami menjelaskan bahwa BIAS merupakan kelanjutan dari imunisasi dasar yang diberikan sejak bayi dan balita, seperti Campak-Rubella, Diphtheria-Tetanus (DT), dan Tetanus-Diphtheria (Td). Kami juga memperkenalkan imunisasi HPV untuk siswi kelas 5 SD sebagai langkah pencegahan kanker leher rahim sejak dini. Selain itu, kami menegaskan bahwa semua vaksin telah melalui proses pengadaan yang ketat dan memenuhi standar keamanan nasional serta internasional. Anak-anak yang tampak sehat tetap perlu diimunisasi untuk mencegah penyakit menular berbahaya di masa depan.

Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para orang tua aktif bertanya dan menyampaikan kekhawatiran mereka, terutama terkait miskonsepsi tentang vaksin baru. Kami menjawab setiap pertanyaan dengan pendekatan informatif dan empatik, memberikan penjelasan yang mudah dipahami untuk membangun kepercayaan antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Hasilnya sangat positif: banyak orang tua mengungkapkan rasa terima kasih atas kejelasan informasi dan menyatakan kesediaan mendukung program imunisasi, memungkinkan anak-anak mereka menerima vaksin untuk perlindungan dari penyakit berbahaya.

Kegiatan ini membuktikan bahwa dialog terbuka dan edukasi yang tepat mampu mengatasi keraguan serta memperkuat dukungan terhadap imunisasi. Kami sangat mengapresiasi kerja sama dari pihak sekolah, para guru, dan khususnya Kepala Sekolah SDN Tunfeu I yang telah memfasilitasi sosialisasi ini.

Sebagai tindak lanjut, kami sepakat bahwa Puskesmas akan diundang dalam pertemuan orang tua murid, seperti saat pembagian rapor atau kegiatan lainnya, untuk menyampaikan informasi terkait program kesehatan di sekolah. Komite Sekolah yang hadir juga menyatakan dukungan penuh dan berkomitmen memfasilitasi komunikasi berkelanjutan antara sekolah dan Puskesmas.

Kami yakin, melalui kemitraan yang erat antara tenaga kesehatan, sekolah, dan orang tua, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman bagi anak-anak. Melindungi kesehatan anak adalah investasi terbaik untuk masa depan mereka.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here