Kupang, 19 Juli 2025 – Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Kupang hari ini menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) III di Hotel On The Rock, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Mengangkat tema “Optimalisasi Perawat dalam Integrasi Layanan Prima Bagi Masyarakat Kabupaten Kupang”, Musda ini bertujuan memperkuat konsolidasi organisasi, merumuskan kebijakan strategis, serta memilih kepengurusan baru periode 2025-2030.
Acara pembukaan berlangsung meriah, diawali dengan sambutan hangat dari Ketua DPD PPNI Kabupaten Kupang, Awaliyah M. Suwetty, S.Kep.,Ns.,M.Kep, didampingi sekretaris dan pengurus lainnya. Tamu-tamu kehormatan, termasuk Bupati Kupang yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang Yoel Midel Laitabun, M.Kes, serta Ketua DPW PPNI NTT Dr. Aemilianus Mau, S.Kep.,Ns.,M.Kep, disambut dengan pengalungan kain/selendang tenun. Kehadiran mereka semakin istimewa dengan iringan tarian adat Rote yang dibawakan oleh mahasiswa STIKes Maranatha Kupang.

Konsolidasi dan Peran Strategis PPNI
Seremonial pembukaan berlanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PPNI, diikuti laporan panitia oleh Ketua Panitia Musda III PPNI Kabupaten Kupang, Rini Anggriani. Rini menjelaskan bahwa DPD PPNI Kabupaten Kupang kini memiliki 983 anggota yang tersebar di tiga Dewan Pengurus Komisariat (DPK), yaitu DPK PPNI RSUD Naibonat (231 orang), DPK PPNI Maranatha (219 orang), dan DPK Puskesmas (323 orang).
Lebih lanjut, Rini Anggriani menekankan bahwa DPD PPNI Kabupaten Kupang, sebagai salah satu pemangku kepentingan pemerintah daerah, memiliki kewajiban mengoptimalkan peran dan fungsinya dalam mendukung visi-misi Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Kupang. “Agar peran dan fungsi makin optimal, DPD PPNI Kabupaten Kupang perlu melakukan konsolidasi sekaligus merumuskan kebijakan dan langkah-langkah strategis melalui Musda ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, Musda ini juga menjadi ajang demokrasi untuk memilih pengurus periode 2025-2030, sekaligus merumuskan program kerja yang relevan dengan isu kesehatan di Kabupaten Kupang. “Sekecil apa pun dukungan dan kontribusi dari semua pihak sangat berarti demi suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini,” tutup Rini.
Perkuat Soliditas di Tengah Tantangan Baru
Ketua DPD PPNI Kabupaten Kupang, Awaliyah M. Suwetty, S.Kep.,Ns.,M.Kep, dalam sambutannya menyambut hangat seluruh tamu dan peserta. Ia menegaskan bahwa Musda ini adalah bentuk tanggung jawab pengurus selama lima tahun terakhir, sekaligus momen penting untuk memilih pemimpin baru dan menetapkan program kerja lima tahun mendatang.
“Musda ini diharapkan mampu memperkuat soliditas pengurus di tengah tantangan yang dihadapi PPNI saat ini,” ujar Awaliyah. Ia juga menyoroti jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) perawat yang melimpah di Kabupaten Kupang, menekankan potensi besar mereka untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan berkualitas kepada masyarakat. “PPNI Kabupaten Kupang mendukung perawat dalam memberikan pelayanan berkualitas, sehingga bisa lebih efektif dan efisien dalam pelayanan kesehatan,” tambahnya.
Awaliyah juga melaporkan berbagai kegiatan internal maupun eksternal yang telah dilakukan DPD PPNI Kabupaten Kupang selama lima tahun terakhir bersama Pemkab Kupang dan mitra. Namun, ia mengakui adanya kendala dan hambatan, terutama setelah pencabutan UU Keperawatan pasca pengesahan UU Kesehatan tahun 2023. Ia mengajak seluruh pengurus DPD PPNI Kabupaten Kupang untuk beradaptasi dengan perubahan ini agar organisasi tetap eksis dan relevan. “Musda ini menjadi momen untuk merumuskan ide baru dan menghasilkan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Dorongan untuk Peningkatan Kompetensi Perawat
Ketua DPW PPNI NTT, Dr. Aemilianus Mau, S.Kep.,Ns.,M.Kep, dalam sambutannya mengapresiasi Musda ke-3 ini yang menandakan kehadiran DPD PPNI Kabupaten Kupang selama hampir 15 tahun. Ia berharap Musda ini dapat menjawab pertanyaan tentang kontribusi organisasi bagi Kabupaten Kupang melalui laporan pertanggungjawaban pengurus dan perumusan program kerja. Aemilianus Mau mengapresiasi tema Musda yang dinilai inspiratif untuk program kerja, dan mengingatkan semua perawat untuk semakin memperkuat peran mereka di berbagai layanan kesehatan.
Sebagai bentuk keseriusan, Aemilianus Mau mengusulkan agar PPNI segera mengadakan kegiatan bersama di Amfoang, Kabupaten Kupang, untuk menunjukkan kehadiran organisasi perawat di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya bagi PPNI untuk terus memastikan perawat anggotanya memberikan pelayanan berkualitas, serta bersinergi dengan pemerintah dan organisasi profesi lainnya. Tak lupa, Aemilianus Mau juga menekankan pentingnya pendidikan lanjutan bagi perawat, menyebutkan banyak program seperti RPL yang memberi kesempatan perawat meningkatkan kompetensi melalui pendidikan formal.
Di akhir sambutannya, Aemilianus Mau menyampaikan apresiasi kepada pengurus DPD PPNI Kabupaten Kupang atas dedikasi mereka. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah membantu menyukseskan acara Musda, termasuk Bupati Kupang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, serta seluruh undangan dan peserta.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Kabupaten Kupang dan Inspirasi dari Kepala Dinas Kesehatan
Mewakili Bupati Kupang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Yoel Midel Laitabun, M.Kes, merasa bangga dan terhormat bisa menghadiri Musda III PPNI Kabupaten Kupang. Ini adalah kedua kalinya ia hadir dalam kegiatan Musda PPNI Kabupaten Kupang; pertama pada tahun 2020 sebagai Kepala Bidang SDM Kesehatan, dan kini sebagai Kepala Dinas Kesehatan.
Yoel Midel Laitabun berpesan kepada peserta Musda bahwa siapa pun yang terpilih adalah suara Tuhan yang disampaikan melalui anggota. Ia menekankan bahwa pemimpin terpilih tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan anggota. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk saling menopang demi menghasilkan kinerja yang baik. “Saya juga butuh dukungan perawat (PPNI) dan organisasi profesi lain dalam menyukseskan program kesehatan,” imbuhnya.
Menyambut anjuran Ketua DPW PPNI NTT terkait peningkatan kapasitas perawat melalui pendidikan, Yoel Midel Laitabun menyatakan bahwa itu adalah anjuran yang sangat baik, terutama karena Ketua DPW PPNI NTT telah bergelar doktor dan bisa menjadi inspirasi. Ia berbagi pengalaman pribadinya, memulai karier sebagai perawat lulusan SPK, kemudian mendapatkan beasiswa D3 Radiologi, hingga melanjutkan S1 dan S2 di Undip. Berkat pendidikan lanjutan, ia dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Camat di Semau, Sekretaris Dinas Sosial, hingga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang saat ini.
“Melanjutkan pendidikan pasti ada manfaatnya. Saya bermula dari tenaga kesehatan biasa, lalu karier terus meningkat seiring dengan naiknya tingkat pendidikan. Jadi, meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan sangat baik,” tegas Yoel Midel Laitabun sebelum secara resmi membuka kegiatan Musda III PPNI Kabupaten Kupang.
Penulis: Saverinus Suhardin (Infokom DPW PPNI NTT)